Diary~

this is only my fanfiction~

staring:
- Lee Donghae
- Choi Jae Rim
- Choi Siwon
- Eun Hyuk
- Ryeowook

~DEAR DIARY~

“Ini tentang diriku. Namaku Donghae. Sekarang ini aku sedang tertarik dengan seseorang, kau tahu siapa? Hahaha.. tentu itu rahasia. Tapi aku ingin bercerita sedikit padamu, wahai diary…” celoteh Donghae pada buku diarynya.
Malam yang cukup dingin membuat Dinghae betah di dalam kamar untuk menulis diarynya. Cukup konyol memang, seorang laki-laki yang sudah beranjak remaja SMA masih menulis curahan hatinya pada buku diary kecilnya.
“hahahaha… tau nggak sih? Tadi aku ketemu sama cewe, dia berambut pendek! Terus roknya nggak sengaja nyangkut di tempat duduk! Nggak kebayang malunya!! Hahaha…” Donghae berbicara sendiri sembari lanjut menulis diary.

******
Pagi yang cukup cerah membuat Donghae sedikit bersemangat. Ia diam-diam memasukan buku diary kecilnya ke dalam tas selempangnya.
Sampai di sekolah, ia langsung menjadi perhatian semua anak perempuan. Seakan-akan ia adalah seorang pangeran. Maklaum saja, Donghae memang dikenal begitu. Namun, apa jadinya jika para fans tahu kelakuan aneh Donghae yang hobi menulis keseharianya di buku diary?? Tak bisa dibayangkan namun pasti akan terungkap.
“Kyaaaa!! Donghae oppa!!!!” teriak para siswi.
Donghae melambaikan tangan layaknya seorang pangeran.
“Donghaaaaaeeeee, Donghae oppaaaaa!!! Kyaaaaaaaa!!” teriak para siswi kembali.
“Kau memang selalu terkenal ya Donghae..” ujar wookie yang tiba-tiba hadir di samping Donghae.
Donghae terkejut, “Hah! Bisakah kau tidak selalu mengagetkanku?? Biasa aja dong!!” protes dirinya.
“Ini sudah yang paling kecil kemungkinan aku tidak mengejutkan kamu, Lee Donghae!” Wookie mulai memandang Donghae dengan tatapan genit.
“Huaaaa!! Semakin lama kau semakin aneh!!” Donghae pun berlari. Ia berlari terlalu kencang hingga kakinya mengantarnya pada atap sekolah.
Donghae membuka retsleting tasnya dan perlahan-lahan mengeluarkan buku diarynya. Dengan tatapan bahagia, ia mulai menulis keseharinnya. Padahal hari itu masih pagi.
“Yoboseyo~ buku diary! Hahahaha…” Donghae tertawa girang menulis kalimat awal untuk buku diarynya.
Ketika ia sedang asyik menulis, tiba-tiba seseorang datang dan memergoki Donghae.
“Waw~” kejut orang itu pada Donghae. Ia adalah seorang gadis.
Donghae menutup buku diarynya, “Hiaaaaaa!! Siapa kau??” tanya Donghae dengan panic.
“Hah? Kamu…hahahahahaha…” tawa puas gadis itu.
“Heh! Aku tanya siapa kamu? Jangan macam-macam kamu!” ancam Donghae sembari mendekati gadis itu.
Tunggu! Dia gadis yang tersingkap rok-nya waktu di bis! Wah.. hahahaha.. tertawa puas Donghae dalam hati. Ia begitu senang bisa bertemu lagi dengan gadis itu.
Gadis itu menertawakan Donghae. “Hahahah..ternyata seorang pangeran itu, seperti ini ya kerjaannya!? Hahaha” ia tertawa cukup puas.
Tawa gadis itu membangunkan Donghae, “Kau lihat semuanya??” tanya Donghae dengan menyipitkan matanya yang sudah sipit.
“Lihat apa? Diary? Hahaa… tentu saja!” jawab perempuan itu dengan polos.
Buk! Donghae menutup mulut perempuan itu dengan tangannya. “Jangan macam-macam yah…” ancam Donghae.
Perempuan itu morenta dan menginjak kaki Donghae. Sontak Donghae melepaskan bekapannya.
“Kau tidak tahu siapa aku? Hahaha… nggak penting juga sih kamu tahu siapa aku? Dadah!!” gadis itu berlari turun ke bawah meninggalkan Donghae.
“Hei!! Tunggu!! Awas kau…” Donghae bergegas berlari mengejar gadis itu.
Donghae terus berlari namun tak dapat mengejar langkah gadis itu. “sial..”

Bell istirahat pun sudah kembali berbunyi. Donghae membuka lokernya dan tak sengaja melihat gadis yang tadi pagi sudah memergokinya. Gadis itu tak sadar sedang diperhatikan seseorang.
“hm.. jadi lokernya di sini juga..” gumam Donghae.
“Widiiih! Lagi liatin siapa kamu, Hae??” tanya Heechul mengagetkan Donghae.
“Wuah! Sejak kapan kamu di sini??” Donghae loncat karena terkejut.
“Hahaha… Princess gitu lho!! Ada apa dengan cewek itu??” Heechul menunjuk ke arah gadis itu dengan mata sipitnya.
“Siapa sih dia??” tanya Donghae.
“Hah? Kamu nggak tahu siapa dia?? Oh my god! Dia adiknya Choi Si Won, Choi Jae Rim!! Kamu mau dihajar sama Siwon?? Ckckc..” heboh Heechul.
“Jae Rim?? Yang mana itu??” Donghae masih bengong.
Heechul mulai greget dengan tingkah Donghae, “Buset daaah!! Itu lho, yang kamu tanyain tadii bodoh!!!”
“Ooooh!! Hah? Masa adiknya Siwon?? Nggak mungkin! Adiknya nggak mungkin cantik kaya dia..pasti bukan adiknya!!” heboh Donghae sembari membereskan lokernya.
“Siapa yang kamu bilang dia bukan adik saya??” tanya Siwon diam-diam dari belakang Donghae.
“Itu lho! Yang lagi…” Donghae menghadap belakang dan. Jreng jreng, Siwon tepat di belakangnya. Siwon sudah bersiap dan mengepalkan tangannya.
“Kamu nggak percaya saya punya adik perempuan??” tanya Siwon dengan senyum manis penuh dendam.
“i..i.itu.. haduh, sudahlah, jangan pikirkan itu! Mari kita minum teh..” Donghae merangkul Siwon. Saat itu juga Siwon melempar Donghae dengan jurus karatenya.
BUK!! Donghae terjatuh. “tidaaaakk!!!” teriak Donghae dengan segala rintihannya. Setelah puas, Siwon pun pergi.
“Macem-macem aja sih kamu Hae, ketua karete club dilawan!!” gumam Heechul.
Kejadian itu membuat perhatian banyak orang, termasuk Jae Rim, gadis yang memergoki Donghae membawa diary tadi pagi.
“Ada apa ini??” tanya Jae Rim sembari melihat situasi.
“Hahahaa..biasa, laki-laki!” jawab Heechul.
“Pasti gara-gara kakak!! Kak Siwooon!!!” geram Jae Rim sembari pergi mencari sosok yang bernama Choi Siwon.
“Waw, kakak adik sama aja yah? Hahaha.. heh Donghae! Ayo banguun!!” Heechul membantu Donghae berdiri.
Donghae bergegas bangun. “Gila! Haduh~” keluh Donghae.
“hei hei hei, ada apa ini?? Hahaha..kamu kena tampar Siwon lagi?? Hahahaha…” sambung Teukie yang tiba-tiba muncul dan tertawa.
“Siapa yang ditampar? Di lempar!!” jawab Donghae pasrah.
“hahahaha… sukurin! Eh iya, jangan lupa pulang sekolah kumpul OSIS yah!? Telat, aku bacok kalian! Hehehe..” Teukie pun pergi begitu saja seperti hantu.
“Ketua OSIS macam apa dia? Hahaha..yuk ah!” ajak Heechul.

Jae Rim meremas tangannya sembari tengok kanan-kiri mencari Siwon. Ia terus jalan-jalan di koridor sekolah. Hingga akhirnya berpapasan dengan Teukie.
“Choi Jae Rim!!” panggil Teeukie mengagetkan Jae Rim.
Jae Rim berhenti melangkah dan menengok ke arah kiri. Lalu ia temukan sang ketua OSIS, Teukie.
“Ada apa ka? Manggil saya??” tanya Jae Rim.
“Iyah, kamu! Siapa lagi!”
“Ada apa ka??”
“Pulang sekolah jangan lupa kumpul OSIS yah! Nggak datang aku cekik kamu! Hahaha..” pergi sembari senyum setan.
“Ya ampuuun!! Ketua OSIS yah dia? Ckckck..” Jae Rim kembali melangkah melanjutkan pencarian kakaknya, Siwon.
Lama ia berjalan mengitari sekolah, tapi tak ketemu juga lelaki yang bernama Siwon. Akhirnya Jae Rim pun pergi ke kelas.
Sesampainya di kelas, Jae Rim bertemu dengan lelaki yang bernama Donghae, lelaki yang baru saja kena lempar kakaknya.
Jae Rim menutupi mukanya dengan tangan dan berjalan lurus tanpa tengok sana sini. Donghae yang merasa sudah menemukan sesuatu bergegas menghampiri Jae Rim.
“Hoy! Adiknya Siwon! Tunggu!!” Donghae berteeriak sekeras mungkin agar gadis itu mendengarnya. Sekali lagi Donghae berteriak, “Hoy! Adiknya Siwon!!”
Jae Rim berhenti melangkah, ia memalikkan wajahnya. “Apa? Ada apa panggil-panggil?” ketus Jae Rim.
“Ini punya kamu!” Donghae menyodorkan sapu tangan berwarna biru muda.
Jae Rim menyipitkan matanya, merasa heran mengapa sapu tangan miliknya ada pada Donghae.
“Tadi jatuh waktu kamu ke atap, dan kamu lari gitu aja.”
Jae Rim mengambil sapu tangannya dan bergegas pergi. Ia tidak mau lagi berhubungan dengan orang yang namanya Lee Donghae.
“Hoy! Tungguuu!! Hoy!” teriak Donghae.
“Santai saja, Hae. Kau pasti dapatkan dia. Tenang saja.” Sahut Heechul yang tiba-tiba berdiri di sampingnya. “Santai… jangan terburu-buru. Hahaha…” Heechul pun meninggalkan Donghae yang mulai bengong dengan kata-kata darinya.
Kau pikir aku menyukai gadis keras kepala itu? Kau salah besar! Tepis Donghae dalam hatinya.

****

Donghae masih menatapi buku-bukunya yang bertebaran di mejanya. Dengan tatapan kosong, Donghae terus melamunkan sesuatu. Hingga teriakan Wookie mambangunkannya dari lamunan.
“Donghaaaaaaaaaee!!!!!!” Wookie menghampiri Donghae dengan membentangkan kedua tangannya berharap bisa memeluk Donghae.
Dengan cepat Donghae mendorong kursinya menjauhi meja dan Wookie pun menabrak meja.
“Gerakan yang cepat!” Gumam Wookie dengan memamerkan gigi putihnya karena tertawa lebar.
“Ha! Dia lagi!!” teriak Heenim sembari menghampiri Donghae.
“Haaaa!! Orang itu lagi!” Giliran Wookie yang tidak terima dengan perkataan Heenim.
Sambil memeluk Donghae yang masih duduk di kursinya, Heenim berkata, “Untuk apa kau ke sini lgi, hah??”
“Hih! Lepas!!” Geram Donghae sembari beranjak dari kursinya.
“Sepertinya Donghae sedang jatuh cinta.” Ujar Heechul menebak-nebak.
“Grr… tidak ada yang boleh menyukai Donghae selain aku!” protes Wookie dengan memeluk tangan Donghae dan mengendus-endusnya seperti anjing.
“Hih!!” Donghae melempar Wookie. “Siapa yang jatuh cinta? Muka mu jatuh cinta!” sambungnya.
“Jangan bilang gitu, nanti beneran lho! Wahahahaha…” Heechul tertawa puas lalu pergi entah kemana dengan kipas bulunya.
“Haaah???!” teriak Donghae dalam hati. “Mampus aja ntar kalau aku bisa suka sama gadis itu! Bisa remuk ini badan dihajar Siwon~” sambung Donghae dalam hati, berharap perkataan Heenim hanyalah candaan belaka.
“Hyung, kalau kamu beneran suka sama Jaerim aku rela kok dimadu..” tiba-tiba Wookie menyatakan pendapatnya yang sangat kritis.
“Gila! Madu apaan?? Emang siapa yang suka sama kamu, Kie? Ngaco!” Donghae pergi meninggalkan Wookie yang mulai menunjukkan tampang melas penuh kesedihan yang mendalam.
“Jangan tinggalkan aku, Hyuuuuung!!” Teriak Wookie, namun tak tersampaikan. Sungguh kasihan, cinta bertepuk sebelah tangan.
****

Jae Rim berlari menuju kelasnya, saat itu pula ia bertemu dengan Siwon. “Hah? Kakak?” bisik Jae Rim.
Siwon mendekati Jae Rim dengan gaya jagoannya. “Habis darimana kamu?” tanya Siwon ketus.
“Habis nyari kakak! Kenapa? Tadi kenapa main lempar-lempar orang? Sok jagoan.” Jae Rim memalingkan muka.
“Siapa yang ngelempar? Cuma ngebanting. Beda!”
“Sama aja! Intinya kakak main lempar orang kan? Sudah tahu dia nggak bisa ngelawan, malah nantangin! Payah…” Jae Rim berkacak pinggang dan menatap Siwon.
“Terus?” Siwon membalas tatapan Jae Rim dengan tatapan yang lebih tajam dan melipat kedua tangannya di dada.
“Jae Rim mau ke kelas, minggir…” Jae Rim mrlangkah satu langkah, namun Siwon bergegas menarik tangan Jae Rim dan membawanya ke ruang karate.
Tidaaaaaaaaaaaaakk!!! teriak Jae Rim dalam hati. Berharap dia tidak dihabisi oleh Siwon. Tamatlah riwayatku.
Ruang karate berasa amat sempit dan sesak, panas seakan tak ada jendela dan pendingin ruangan saat itu. Jae Rim hanya diam dan duduk dengan manis beralaskan karpet yang biasa dipakai untuk berklatih karate.
“Sudah berapa kali kakak bilang, jangan sembarangan berteman dengan laki-laki…” Siwon mulai mengoceh, menceramahi panjang dan lebar kepada adiknya, Jae Rim, yang sedari tadi menunduk dan diam.
Siwon masih mengoceh. Sudah 15 menit berlalu Jae Rim diceramahi oleh Siwon. Karena tak tahan, Jae Rim pun angkat kepala dan berdiri sejajar dengan Siwon.
“Ka.. aku sudah lelah.. aku sangat lelah..” Jae Rim mengangkat wajahnya dan menggoyang-goyangkan tubuh Siwon. “Aku capek, ka… ini semua karena kakak…”
“Apa? Kamu bilang ini semua karena kakak??!” Siwon menatap adiknya.
“Kakak tidak malu apa setiap hari memakai baju karate kemana-mana?! Padahal sudah ada baju seragam, tapi kakak selalu memakai baju karate padahal tidak ada latihan! Kakak juga selalu memaksaku untuk memakai baju itu setiap waktu!” Jae Rim diam sejenak. “Asal kakak tahu saja, aku malu! Aku pernah memakai baju itu seharian, orang-orang jadi menertawakanku. Apalagi ketika naik bis, gadis sekolah mana yang ke sekolah dengan memakai baju karate? Semua orang menertawakanku. Ketika sedang rapat OSIS, ka Teukie menertawakanku. Ketika di kantin, semua murid memandangku aneh. Aku kesal, ka!” Jae Rim mulai kesal.
Siwon menatap dingin adinya, “Lalu? Ini namanya hobi! Jangan sangkut pautkan dengan sekolah. Lagipula sekarang kau memakai seragam, bukan baju karate. Iya kan?”
“Ka, karena kakak aku di sini nggak punya teman! Karena kakak, aku di sini tak ada yang berani mendekatiku! Karena kakak, orang-orang enggan berbicara denganku! Semua takut padaku, kak!” Jae Rim meneteskan air matanya. “Jangankan berteman, mendekati saja tak mau! Jangankan memiliki teman laki-laki, perempuan saja tak ada yang mau mendekatiku!” Jae Rim mulai histeris dan bergerak mundur menjauhi Siwon. Ruang karate tampak kosong dan dingin.
“Jae Rim, kamu…” Siwon mencoba mendekati Jae Rim. Namun Jae Rim semakin menjauh.
“Aku lelah terus menerus diikuti kakak! Aku lelah, ka…” Jae Rim menangis. Air matanya tak tertahan lagi. Ia menangis dihadapan kakaknya.
“Hanya segitu saja kau sudah menangis? Hanya itu? Dengar, kakak berbuat begini itu demi kau! Agar kau tak diremehkan oleh laki-laki, agar kau tak dipermainkan oleh laki-laki, agar kau tak dianggap pecundang oleh perempuan, agar kau kuat dan tidak cengeng!! Kau tahu itu? Ayah selalu benci kepada orang yang selalu menangis! Kau tahu? Kakak berbuat ini karena kakak tak mau kau dibenci Ayah karena kau cengeng!” Siwon mendekati Jae Rim.
“Aku tidak cengeng! Ini hanya menangis! Bukan cengeng!” Jae Rim mengusap air matanya. “Kakak, kau tega..”
“Kenapa? Apa lagi? Kakak tak mau kau menganggap kakak sebagai orang yang kejam yang tak tahu budi. Kenapa lagi?”
“Ka, kakak tega membiarkan aku menangis disaat orang-orang sedang berkumpul di luar karena suara kakak yang keras itu!! Aku dipermalukaaaan!!” Jae Rim semakin menangis kencang.
“Hah? Apa?” Siwon menengok ke arah sisi jendela, dan ia pun mendapati beberapa pasang mata tengah menyaksikan kejadian Jae Rim vs Siwon. Sontak saat itu juga semua pasang mata yang menyaksikan itu langsung pergi entah kemana karena takut akan tatapan mata Siwon.
“Awas kalian semua..” gertak Siwon perlahan agar tidak terdengar Jae Rim.
“Kakak tegaaaaa!!” Jae Rim menangis kembali.
“Sudahlah, kakak tidak akan mengatur kau berteman dengan siapapun. Asal saja kau bisa menjaga dirimu. Kakak percaya padamu. Usap air mata itu, kakak tak suka melihat kau menangis, cengeng!” Siwon pergi begitu saja setelah memberikan sapu tangan milik Jae Rim yang terjatuh ketika sedanga menangis.
Jae Rim menjatuhkan tubuhnya ke lantai, “Kakak, jahat…” dan menangis kembali.
Saat Jae Rim sedang menangis, tiba-tiba seseorang keluar dari lemari kosong yang berada di sudut ruang karate.
Donghae!? Nama itu terbesit dalam benak Jae Rim ketika melihat laki-laki itu keluar dari lemari dengan napas terengah-engah.
“Hey, Choi Jae Rim! Ehehehe…” Donghae mulai basa-basi, berharap tidak dihajar.
“Sedang apa kau di sini? Kapan kau masuk?” Jae Rim bertanya dengan rasa was-was, ia khawatir semua yang ia katakana pada Siwon terdengar jelas oleh Donghae.
“Kau menangis? Hahahaha…” Donghae tertawa lebar sembari memegangi perutnya karean sakit.
“Hey bocah pembawa diary. Kau mau adukan cerita ini pada siapa? Kau mau bergossip? Silahkan. Yang jelas beritamu pasti akan sangat heboh jika orang-orang mengetahui sifat aslimu. Hahahaha..” Jae Rim mengancam Donghae dengan tatapan jailnya.
Donghae tampak bengong, ia bingung kenapa ia masih berada di ruang karate bersama si gadis karate. Apa yang aku lakukan? Bodoh..
“Kenapa? Kau takut?” suara Jae Rim mengejutkan Donghae dari kebingungannya.
“Kok, aku ada di sini? Kenapa kamu tidak pulang?” Donghae berbicara seperti orang bodoh. Badannya merinding ketika ditatap Jae Rim, sekujur tubuhnya kaku ketika melihat Jae Rim mendekatinya.
“Bodoh! Cepat pergi! Ini wilayahku! Jika tidak, aku akan berteriak dan Siwon akan datang kemari…” Jae Rim terus berbicara. Donghae diam karena gemetar. Detak jantungnya berdetak semakin cepat tak seperti biasanya.
Donghae mendekati Jae Rim, “Sudahlah, jangan menangis. Aku pergi…” Donghae mengelus kepala Jae Rim dan pergi. Jae Rim tercengang dengan sikap Donghae. Ia berdiri terpaku membelakangi Donghae yang sudah pergi.
****
Waktu terus berjalan, kejadian kemarin tidak akan terlupakan oleh Jae Rim. Baru kali itu ia merasakan belaian tangan laki-laki selain Siwon yang menyentuh rambut dan kepalanya.
Hampir setiap hari Jae Rim bertemu dengan Donghae, baik di koridor kelas ketika Jae Rim sedang berdiri sendiri lalu tak sengaja ia tersenggol Donghae yang selalu berari di koridor. Lalu di kantin ketika Jae Rim sedang makan sendiri, tiba-tiba Donghae datang dan duduk berhadapan dengannya karena entah kenapa saat itu kantin ramai dan penuh dengan siswa. Kemudian saat Jae Rim hendak pulang, ia terpaksa bertemu dengan Donghae karena arah rumah mereka yang sama.
Di bis, Jae Rim selalu menggerutu dalam hati, semoga hatiku tabah menjalani hidup ini!
Hari ini, lagi Jae Rim secara kebetulan satu bis dengan Donghae. Hari ini juga, Donghae berjanji dalam hati untuk menyapa Jae Rim.
“Hai, gadis karate..” sapa Donghae datar. Ia tahu posisinya saat ini sedang di dalam bis, ia tak mau mencari ribut dan diamuk masa karena teriakan Jae Rim.
Jae Rim yang duduk tenang sembari mendengarkan suara music yang keluar dari mp3player-nya tersentak. Ia melihat ke sebelah bangku lalu mendapati Donghae tengah menatapnya. “Huah! Siapa lagi ini? Kenapa ada bocah ikan di sini? Haduh..” keluh Jae Rim sendiri.
Donghae menghampiri Jae Rim, “Hai, lama nggak jumpa. Bukan, lama kita nggak ngobrol..” Donghae duduk di sebelah Jae Rim yang kebetulan kosong. Jae Rim mempersilahkannya dan menjaga jarak.
“Yah…” Jae Rim tertunduk, ia terlihat memalingkan muka seperti tak mau melihat muka lawan bicaranya, Donghae.
“Kau nggak pergi bareng Siwon?” tanya Donghae sembari melirik ke arah sekitarnya.
Jae Rim mengangkat wajahnya dan ikut melirik kea rah sekitarnya, “Kau lihat saja, ada tidak seorang siswa SMA bertubuh tegap dan tinggi, berambut klimis dan memakai baju karate di bis ini? Tidak kan? Berarti dia tidak pergi bersamaku. Hahaha…” Jae Rim tertawa kecil.
“Iya yah, hahahah…”
“Hahaha.. Ngaco sekali!” Jae Rim kembali melanjutkan tawanya.
Tiba-tiba suasana hening, “Kau kenapa? Kenapa selalu lari ketika kita bertemu?” Donghae bertanya dengan menatap Jae Rim, berharap mendapatkan jawaban yang jujur darinya.
“Entahlah. Sebaiknya, kita tidak saling berbicara di sekolah..” jawab Jae Rim datar dengan senyum payahnya.
“Kenapa? Aneh sekali!” Donghae terkejut mendengar jawaban itu, bukan itu yang ingin ia dengar dari Jae Rim. “Kenapa? Kau tak suka aku berbicara?”
“Kau tak takut padaku?” tanya Jae Rim sembari menatap Donghae sesekali. Sorot mata yang membingungkan.
“Apa? Takut? Konyol sekali! Kalau aku takut, tak mungkin aku mendekatimu sekarang. Tak mungkin juga aku setiap hari menyapamu di sekolah jika aku takut padamu! Kau konyol sekali.”
“Yah, memang begitu ya.. Tapi, lebih baik kita jangan bicara di sekolah, apalagi jika ketahuan Siwon, kau pasti dilempar lagi! Hahaha…”
Donghae menatap Jae Rim, “Kau kenapa?”
“Tidak. Mungkin kita akan menjadi kuat jika lawan yang kita hadapi kuat. Tapi, mungkin juga kita akan kalah dan menangis. Jadi, kita lebih baik jangan bicara.” Jae Rim menatap kosong pandangannya ke depan.
“Kau ini aneh sekali daritadi! Bicaramu semakin ngaco dan…” omongan Donghae terpotong ketika bis yang mereka tumpangi telah sampai di sekolah.
Jae Rim bangkit dari bangkunya, “Lebih baik begitu. Jika tidak, aku yang akan dilawan atau kau yang akan dilawan. Ini pilahan sulit, tapi ini yang terjadi. Sampai jumpa.” Jae Rim bergegas keluar dari bis. Sedangkan Donghae masih bingung dengan kata-kata Jae Rim.
***
Dongae berdiri di depan lokernya ketika bel istirahat berbunyi, ia yakin kali ini ia akan bertemu Jae Rim di sini.
Bukan Jae Rim yang datang, melainkan sesosok laki-laki berwajah tirus dengan tingkah yang kekanak-kanakan yang datang menghampri Donghae. Siapa lagi kalau bukan Wookie.
Wookie berlari menuju arah Donghae berdiri semabari membentangkan kedua tangannya berharap dapat memluk Donghae dengan tepat, “Donghae hyuuuuung!!”
Donghae menghindar dengan mudah. Tiba-tiba orang yang dipeluk Wookie berbicara, “Sayang sekali ya, Donghae milikku!” Eunhyuk berusaha melindungi Donghae.
“Hiiiih!! Lagi-lagi kamu! Donghae itu milikku!” kesal Wookie.
“Donghae is mine!!” seru Eunhyuk seperti menyatakan tanda perang.
Donghae hanya berpasrah ria melihat tingkah kedua orang yang tiba-tiba muncul dihadapannya dan yang tidak diharapkan pula kehadirannya. “Haaah.. Berisik!”
“Heh! Kau kan sudah ada Yesung, masa kau rebut Donghae-ku juga! Nggak!” Eunhyuk masih tidak terima dengan pernyataan Wookie.
“Yesung lagi di Arab! Donghae kan hanya suka padaku!” Wookie tak mau kalah dengan Eunhyuk.
Tiba-tiba seseorang hadir diantara preseteruan Eunhyuk dan Donghae. “Hei kalian! Segitunya kah kalian suka pada Donghae? Kalian tampak seperti homo deh! Hahaha..” seseorang itu adalah Heechul dengan tongkat boneka yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi. “Lebih baik kalian menyukaiku saja!”
“Hiiih! Menyukaimu nanti dibilang homo! Tidak!” protes Wookie dengan tatapan sinisnya.
“Iya! Menyukaimu sama saja dengan menyukai pria! Berhentilah kau bersikap seperti seorang princess!” Eunhyuk tak mau kalah.
“Lalu apa bedanya dengan kalian memperebutkan Donghae!? Bukannya itu akan tampak seperti homo! Payah!” Heechul naik darah. Lalu ia mengulurkan tangannya menunjuk kea rah jejeran para gadis yang semenjak tadi mengikutinya. “Lihatlah mereka, para fans-ku! Mereka menyukaiku! Kalian juga harus!”
“Gyaaaa!!! Princess Heechul!!” teriak para siswi.
“Apaan tuh? Cuma segitu? Cintaku hanya untuk Donghae hyung.” Wookie menetapkan hatinya.
Eunhyuk naik darah. “Apaaaa!!!? Sudah kubilang Donghae milikku!”
“Hey, kalian tidak tahu ya? Belakangan ini sepertinya Donghae sedang memikirkan sesuatu, oh bukan, tepatnya lagi memikirkan seseorang! Lihat saja, kalian bertengakar dia malah sibuk menatap lokernya dari tadi. Bukannya aneh? Seperti dia jatuh cinta pada seseorang! Gyaaaa!!” Heechul mengompori Eunhyuk dan Wookie yang sejak tadi berperang.
“Apa?!” serentak Wookie dan Eunhyuk menatap kea rah Donghae.
“Aku yang akan di lawan, atau kau yang di lawan? Maksudnya? Argh!” Donghae berbicara sendiri sambil menatap loker yang berada di sebelahnya, loker Jae Rim.
“Donghaaaee!!! Kau jangan berpaling!” Eunhyuk menghampiri Donghae dan memeluknya, namun langsung di halangi Wookie.
“Argh! Ribet deh kalian!” Donghae mulai emosi.
Heechul menghampiri Donghae, “Jika kau yakin padanya, tak ada salahnya kau cari tahu apa yang membuat kata-kata itu bergeming di kepalamu. Hahahaha.. Ladies, let’s go!” Heechul pergi begitu saja setelah membuat masalah dengan Wookie dan Eunhyuk, dan sekarang Donghae.
“Aku yang akan di lawan atau kau yang akan dilawan? Maksudnya apaa!!” kata-kata itu terus menempel dalam pikiran Donghae.

****
Donghae berlari menuju kelas Jae Rim. Lalu ia menemukan sosok gadis berambut pendek dan bertatapan dingin tengah duduk di bangkunya. Donghae menghampiri gadis itu. Gadis itulah yang ia cari.
“Jae Rim! Maksudnya apa itu?” teriak Donghae mengagetkan seisi ruang kelas.
Jae Rim terkejut dengan kehadiran Donghae yang tiba-tiba datang mencarinya, matanya terbelalak.
“Apa maksudnya itu?” tanya Donghae memaksa.
Jae Rim tampak bingung. “Yang mana?” ia masih terduduk di bangkunya.
“Yang tadi pagi!”
Jae Rim diam sejenak, ia mulai ingat tadi pagi ia berkata hal yang membingungkan pada bocah itu. Jae Rim masih diam seperti berpikir, dan memang ia sedang berpikir.
“Ingat? Jae Rim, oy!” Donghae masih memaksa dengan rengekannya yang seperti anak kecil.
“Hiiih! Tenang sedikit kenapa!? Mending pulang sana!” Jae Rim beranjak dari bangkunya dan menyeret Donghae keluar, namun Donghae meronta.
Seisi kelas yang menyaksikan hal itu hanya dapat berkata “Woooow…”
“Nanti aku bilang! Kau mau dilempar kakakku?”
“Mana?” tantang Donghae.
Jae rim melipat kedua tangannya di depan dada, “Sebentar lagi Siwon datang kemari, aku bisa merasakannya. Lebih baik kau pulang sana ke kelas!”
Tak lama dari itu, kelas kembali heboh dengan kehadiran Siwon. Jae Rim mengusap mukanya tanda ia kepasrahannya, “Tamatlah riwayatku..”
Huwow! Telepati yang mengerikan! Keren.. Donghae terkagum dengan ramalan yang baru dikatakan Jae Rim.
Siwon mendekati Donghae, “Hey, sedang apa kau di sini? Tidak puas kah dengan lemparan yang kemarin?”
Oh tuhan, tolonglah aku! Hey bodoh, lari! Jae Rim berteriak dalam hati, berharap teriakannya itu di dengar Donghae.
Donghae masih terpana melihat kedatangan Siwon yang tiba-tiba. “Hmm.. Aku kemari untuk mengunjungi salah satu fans-ku!” Donghae mendekati seorang gadis yang sedari tadi meneriakkan namanya, Lee Donghae. “Hey, kamu ikut ‘Donghae keren fans club’ kan? Nanti sore kumpul yah..” Donghae tersenyum dan mulai sok imut. Ia tahu tak ada perkumpulan yang akan berlangsung sore nanti.
Acting yang mengerikan! Ya tuhah, untung kau menciptakan makhluk se-PD dia! Jae Rim terus memanjatkan rasa syukurnya.
“Lee Donghae, kau lolos kali ini.” Gumam Siwon pelan. Kemudian ia pergi bersama rombongan karatenya.
Donghae mendekati Jae Rim, “Lihat, aku bisa mengatasinya kan? Oh ya, pembicaraan kita belum selesai. Aku pergi dulu, sampai jumpa!” Donghae tersenyum dan pergi.
Jae Rim mematung melihat tingkah Donghae. Apa yang baru dia perbuat? Dasar bocah ikan!
Donghae pergi berlari menjauh dari kelas Jae Rim kea rah lapangan bola, lalu tanpa sengaja ia berpapasan dengan Eunhyuk.
“Eunhyuk…” Donghae kemudian diseret oleh Eunhyuk dan duduk di bangku penonton depan lapangan bola.
“Heh bocah, kau habis darimana? Daritadi aku mencarimu tahu!” tanya Eunhyuk sembari membuka minuman kaleng yang baru saja dibelinya.
Donghae menarik napas, “Haaah.. darimana saja yang aku mau! Kenapa?” Donghae menatap Eunhyuk.
“Ketemu Jae Rim? Sudah kuduga. Kau naksir padanya, iya kan? Mengakulah.”
Donghae terkejut, matanya berbinar. “Naksir? Yang benar saja! Setiap aku berpapasan lalu menyapanya aku tak pernah dianggap olehnya. Setiap bertemu pasti buang muka! Dia semakin aneh setiap ketemu denganku!” Donghae berceloteh.
“Hey, kalau tidak, kenapa kau belakangan ini terus memperhatikannya? Oh ya, kau bilang Jae Rim aneh setiap bertemu denganmu?”
Donghae mengangguk. “Ya, kau tahu apa yang terjadi?”
Eunhyuk berpikir sejenak, lalu ia sontak berdiri seperti orang terkejut. “Aku tahu! Pasti itu..”
Donghae ikut berdiri, “Itu apa?” rasa penasarannya semakin memuncak.
Eunhyuk kembali duduk. Lalu mulai bercerita, “Kau tahu, beberapa hari yang lalu sebelum kejadian Siwon vs Jae Rim terjadi, aku melihat Jae Rim dicegat oleh gank-nya Yoon Min Hye. Dia membawa Jae Rim ketempat sepi, lalu berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan, aku tidak tahu..”
Donghae mengerutkan keningnya, “Kau bilang Yoon Min Hye? Siapa dia?”
Giliran Eunhyuk yang mengerutkan keningnya, “Kau tidak tahu?! Oh God, dia adalah perempuan yang selama ini terus mengejarmu, Hae! Kau selalu menganggap dia adalah bagian dari ‘fans pecinta Donghae keren’, tapi sebenarnya bukan! Dia benar-benar cinta mati denganmu, Hae! Kau tahu orang yang selalu membawa bekal makan siang untukmu? Dia orangnya! Sudah ingatkah?”
Donghae terdiam, lalu kembali menunjukkan ekpresi datarnya. “Oh..”
“Bukan ‘oh’ tapi apa!? Mungkin dia tahu kau menaruh hati pada Jae Rim, lalu dia mengancam Jae Rim. Karena itu Jae Rim bilang, ‘jika tidak aku yang akan dialawan, atau kau yang akan dilawan’, mungkin ini maksudnya…”
“Lalu… Apa yang harus kulakukan, Nyuuk??” Donghae mendorong-dorong lengan Eunhyuk.
Tiba-tiba Heechul datang dengan sosok Princess-nya. “Wah, ternyata benar! Hae, terus maju maka kau akan menang, atau mundur maka kau akan kehilangan. Ingatlah itu, Lee Donghae! Hahaha… kau sudah jatuh kedalamnya! Maka kau harus selamatkan diri atau tidak kau akan tetap jatuh dan tak bisa bangkit! Hahahaha…” Heechul terus tertawa setan. Kemudian pergi begitu saja.
Euhyuk merasa terusik dengan kehadiran Heechul yang tiba-tiba muncul seperti hantu, “Heechul! Pergi kau yang jauh! Ganggu saja! Pergi sana! Huu~” usir Eunhyuk.
Donghae terdiam, “Maksudnya apa? Eunhyuk! Ini apa lagi artinya!?”
“Itu benar! Kau sudah jatuh dalam lingkaran cinta antara Jae Rim dan Min Hye! Ya, kau harus pilih! Dan aku rasa kau tahu jawabannya. Hae, aku rela dimadu dengan Jae Rim, tapi aku tak rela jika dimadu dengan Min Hye. Asal kau tahu saja, Min Hye itu jahat! Aku rela dijadikan kedua oleh kau, Hae! Asal kau bersama Jae Rim!” Eunhyuk histeris sendiri. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas ia histeris.
Donghae bangkit dari bangkunya, “Kau benar Hae. Aku rasa, aku..” Donghae menutupi wajahnya. Ia merasa malu.
“Tidaaaaakk!!! Aku akan menjadi yang kedua!? Tidaaaak!!” Eunhyuk semakin histeris dan terjatuh ke tanah. “Tidak, tidaaaaaakk!!!”
“Aku harus bilang! Ya, sebelum semuanya menjadi rumit! Dadah Eunhyuk!” donghae pergi begitu saja meninggalkan Eunhyuk yang sedang histeris.
“Dong..hae.. Jangan per..gi.. hua!! Huhu..”
Heechul muncul kembali kehadapan Eunhyuk, “Sudahlah, biarkan saja. Mending kau jadi pengikutku saja. Ikut gabung dalam ‘Princess Heechul Lovers’, mau? Hahaha..” Heechul tertawa puas, namun tawanya terhenti ketika Eunhyuk meninju pipinya dan pergi.
“Awas kau Eunhyuuuuk kunyuuuukk!!!”

Donghae berlari mencari Jae Rim. Ia berlari menuju ruang karate, namun ia tidak menemukan gadis berambut pendek itu. Kemudian ia berlari kembali menuju kelasnya, namun kembali ia harus kecewa karena tidak menemukannya. Kemudian ia terbesit pada suatu tempat dimana ia bisa menemukan gadis rambut pendek itu. Atap sekolah.
Donghae kamebali berlari menuju atap sekolah, berharap Jae Rim berada di sana. Ia membuka pintu atap, lalu masuk dan matanya mencari mulai mencari.
Mata Donghae terbelalak, ia kegirangan seperti mendapatkan berlian seharga sepuluh milyar. “Jae Rim!” Donghae menghampiri gadis yang sedang duduk dan kepalanya menghadap ke langit. “Hey!”
Jae Rim tersentak, ia menengok ke belakang dan ia dapati Donghae tengah mendekatinya. “Mau ngapain lagi sih?” gumam Jae Rim lalu bangkit dari sandarannya.
Donghae menghampiri Jae Rim, “Jae Rim, aku.. aku suka padamu!” wajah Donghae memerah.
“Hah?!” Jae Rim bengong. Terlalu rumit untuk menjelaskan isi kepala Jae Rim saat ini, ia terlalu terkejut. Sungguh konyol.
“Choi Jae Rim, maukah kau..menjadi kekasihku?” Donghae menatap Jae Rim dalam-dalam.
Buk! Jae Rim memukul Donghae, “Jangan bercanda deh! Pergi sana!” Jae Rim terlalu shock mendengar kata-kata gombal yang baru saja dikatakan Donghae.
“Kau boleh pukul aku sesuka hatimu, tapi ini.. Argh! Hey bodoh, aku suka padamu! Kau mau tidak bersamaku!” Donghae terlalu gugup, tapi ia mencoba untuk meyakinkan Jae Rim bahwa ini bukan main-main.
Jae Rim semakin bingung. ia mengerutkan keningnya, “Hey bodoh! Kau belum puas dihajar kakakku ya?” Jae Rim berkacak pinggang, ia terlalu heran dan bingung.
“Terserah mau puas apa tidaknya tergantung Siwon, yang jelas aku suka padamu bodoh! Jae Rim bodoh, si gadis jutek nan bodoh! Bodoh bodoh bodoooh!!” Donghae mengeluarkan sifat kanak-kanaknya.
“Donghae bodooooh!!!!” Jae Rim berlari meninggalkan Donghae, ia berlari menuju tangga.
Donghae bodoh! Mana bisa aku langsung bilang ‘ya’, Donghae bodoh! Jae Rim terus melontarkan kata-kata itu di dalam hati.
Donghae mengejar Jae Rim, kemudian ia menarik tangan Jae Rim. Suasana tangga saat itu sepi dan sunyi, lalu terdengar suara teriakannya Jae Rim yang mengatakan bahwa Donghae bodoh.
Jae Rim meronta, “Bodoh, kau bodoh!” Genggaman Donghae terlalu kuat, lalu Jae Rim berhenti meronta. “Bodoh…”
Donghae memeluk Jae Rim, tangannya yang besar mampu membuat Jae Rim tenggelam dalam pelukannya. “Jangan lari, aku tak akan menyakitimu..” Donghae berbisik.
Gadis itu diam, ia tak meronta dan berteriak. Ia biarkan laki-laki itu memeluk dirinya. Entah kenapa ia merasa hangat dalam pelukannya, ia merasa nyaman. Ia sadar, ternyata ia menyukainya.
Donghae melepaskan pelukannya dan mendorong Jae Rim, begitu juga dengan Jae Rim yang langsung lari meninggalkan Donghae. Mereka melakukan itu karena tiba-tiba suasana tangga mulai ramai dengan suara-suara siswa.
Apa yang aku lakukan? Donghae tersadar dirinya telah berbuat kasar. Kemudian ia mengejar Jae Rim. Ia berlari sekencang mungkin untuk mengejar gadis itu.
Jae Rim berlari kencang menuju lapangan bola, berharap ia bisa menyendiri. Ia terus berlari. Apa yang baru aku lakukan? Donghae bodoh! kau buat malu aku di sekolah! Donghae bodooooh!! Jae Rim terus berteriak dalam hati dan kakinya terus berlari.
Kakinya terhenti ketika ia melihat sekumpulan gank telah menantinya, Min Hye.
Jae Rim menarik napasnya yang terengah-engah. Ia masih sulit bernapas karena terlalu lelah ia berlari.
“Kau lelah, Choi Jae Rim?” tanya Min Hye dengan senyum ketusnya. Kemudian ia mendekati Jae Rim yang tengah berdiri kelelahan. “Kau haus? Hyo Rin, ambilkan air..”
Hyo Rin memberikan satu ember air pada Min Hye, “Kau haus kan, Choi Jae Rim? Kau puas kan?” tanya Min Hye ketus. Jae Rim hanya terdiam.
“Jawab aku, bodoh!” Min Hye menyiram Jae Rim dengan air tadi. “Kau puas sekarang? Kau puas?!”
Teman-teman Min Hye menertawakan Jae Rim. Min Hye seperti orang kurang waras dan histeris. Ia menangis dengan tawanya yang sumbang.
“Min Hye!” seseorang berteriak memanggil nama Min Hye dengan kasar. Semua teman Min Hye terbelalak ketika melihat ke arah suara itu berasal, termasuk Min Hye.
“Dong..hae…” kata Min Hye datar.
Donghae menghampiri Jae Rim. “Apa yang kalian telah perbuat hah?!” nada bicara Donghae menjadi tinggi. “Jae Rim, kau tak apa?” Donghae merangkul Jae Rim.
Jae Rim terdiam, ia merasa dingin. Tubuhnya menggigil kedinginan. Ia merasa sangat dingin, dingin sekali. Tatapan matanya kosong. Ia merasa terkejut Donghae telah menemukannya.
“Ini bukan yang kau kira oppa…” Min Hye mencoba menjelaskan sambil menangis.
Donghae memapah Jae Rim, “Terserah kau, jika kau tak mengaku. Memangnya aku peduli..” Donghae pun pergi meninggalkan Min Hye dan kawan-kawan.
Min Hye semakin histeris, “Oppa! Kau tak tahu yang sebenarnya! Aku mencintaimu, oppa!! Oppaaaa!!” teriak Min Hye sambil menangis. Menangis dan histeris.
Donghae pergi menjauhi Min Hye, pergi dengan memapah Jae Rim yang basah kuyup. Pergi untuk tidak kembali pada masa lalu.
“Brr.. dingin! Kau tak kembali? Min Hye menangis…” tanya Jae Rim sembari dipapah Donghae. Ia tak tahu akan dibawa Donghae kemana.
“Bukan dia yang harus ditolong, tapi kau bodoh.” jawab Donghae datar.
“Berisik! Hey, kita mau ke mana ini?” Jae Rim menghentikan langkahnya dan menatap Donghae.
Donghae ikut berhenti berjalan, ia tampak bingung. “Iya yah, kita mau ke mana?”
“Aku kira kau tahu! Dasar bodoh! Donghae bodoh!” Jae Rim mulai berceramah.
“Berisikk!! Ini juga kan salahmu, kenapa tadi lari!? Kau bawa baju ganti tidak?” seru Donghae.
Jae Rim menggeleng, tanda ia tidak membawa baju ganti.
Donghae menatap Jae Rim dari atas sampai bawah. “Terpaksa kau pakai baju olah ragaku.” Donghae membawa lari Jae Rim.
Tidaaaaaaaakk!!! Aku tak mau!!! Jae Rim berteriak sekeras mungkin dalam hati.

Donghae dan Jae Rim duduk di bangku halte untuk menunggu bis. Diam-diam Donghae melingkarkan tangannya pada leher Jae Rim. Ternyata benar, laki-laki itu telah jatuh hati pada gadis karate berambut pendek itu.
“Kau pantas juga ya pakai baju olah raga-ku. Hahaha..” kata Donghae dengan tatapan genit mencoba menggoda.
Jae Rim melempar Donghae, “Berisik!!”
Sore hari itu merupakan hari paling bersejarah dalam hidup Donghae. Tak luput ia berterima kasih pada buku diary kecilnya. Karena berkat ulah buku diary-nyalah ia dapat bertemu dengan Jae Rim, si gadis karate berambut pendek, yang pernah memergokinya tengah menulis diary di atap sekolah.

Dear diary.. hari ini kau bahagia! Terima kasih tuhan, kau buat hari ini begitu kacau namun indah. Aku suka padanya, gadis karate berambut pendek. Gadis yang pernah tersingkap rok-nya ketika di dalam bis, gadis yang selalu membuatku penasaran, gadis yang pernah membuat wajahku yang tampan ini tergores oleh tangan mungilnya, gadis yang pernah membuat aku bingung setengah mati karena kata-katanya, gadis yang telah membuatku jatuh cinta, Choi Jae Rim.

Lee Donghae keren

--the end--

karma buat euhyuk! wkwkwk

KARMA DOES EXIST, YEORUBUN!!!

Setelah kemaren ngilangin barang properti si ikan teri…bilang Donghae aneh….akhirnyaaaa…

Eunhyuk kena batunyaaa!!!!

Donghae : “Nyuk, liat ga ni tulisan di anduknya apaan?”

Eunhyuk : “Apaan sih emg Hae, gw ga ngeliat??”

Donghae : “Eh, ni tulisan udah segede gaban, lo ga ngeliat juga? Tulisannya JANGAN SUKA NGEHINA ORANG DAN JANGAN CEROBOH!!”

Eunhyuk : “Mana Hae? Ga kebaca ama gw.”

Donghae : “Nih liat lebih deket…”

Lalu Eunhyuk pun menyadarinya dan langsung…

CENGENGESAN TANPA RASA BERSALAH!!

*getok Eunhyuk nyengir2 ga jelas kayak monyet* =p

Donghae yang gondok gara2 si Eunhyuk cuma senyam senyum ga jelas mulai kesel, akhirnya kemarahannya memuncak…

Donghae : “Nyuk asal lo tau aja yah, itu topi ikan teri ga murah bikinnya, susah tau, lo ta ga cara bikinnya kayak apa? kudu bertapa satu hari satu malem cuma buat ikan teri jelek kayak…inget itu…!!!”

Eunhyuk yang kaget dimarahin ama Donghae cuma hanya bisa diam dan menunduk…

Donghae masih marah2 ngasih nasihat sana sini ke Eunhyuk…

Donghae : “Lo ga ngerasain perbedaannya apa, ikan teri yang lo ilangin kemaren itu idungnya lebih pesek dari yang kemaren? makanya jadi rang tuh jangan asal aja donk, lagi enak2 nyanyi malah si ikan teri ditinggalin, jadi kangen kan lo?? bikin pengumuman pula lg di cyworld, emg kira lo LEF polisi apa yang mau bantuin nyariin tu ikan terii…bla bla bla bla…~~~!!!”

Donghae terus nyerocos kayak emak emak tanpa henti demi untuk marahin si Eunhyuk (kesempatan langka…=p)

AKHIRNYA…

Donghae : “Lo juga udah bilang gw aneh gara2 bikin pohon natal sendiri, emg lo kira lo ga aneh apa ama ikan teri lo yg baru ini? bagusan yang lama, lebih mencerminkan lo banget, lah sekarang? udah idungnya pesek, warnanya lebih gelap..lo kira lo ok?”

Eunhyuk : “Iya deh Hae, soriii…gw ga bakal gitu lagi, gw bakal lebih hati-hati…JANJI…ga bakal ngatain lo aneh lagi tapi kalo ngatain lo autis boleh yah..”

BLETAAAAKKKKK!!! *bunyi kepala Eunhyuk di getok ama Hae kedua kali…

Eunhyuk : “AWWWWWWWWWWW!!! iya iyaaaahhh damaaiii ga bakal ngata2in lo lagiii…sakit taaauuu…tapiiii lo traktir gw makan yah abis ini..lape gw…”

Donghae yang emang dari sononya udah berhati baik dan tidak tegaan langsung memaafkan Eunhyuk…

Donghae : “Hooh..mo makan apa lo? gampang lah soal traktiran kita palak si Master Siwon, eh, apa ama minta si Teuki hyung aja yah?”

Eunhyuk : “Okeeee…gw pengen kimbap di restoran barunya si Yesung hyung…lo yg ngerayu si Siwon yak, gw yang ngerayu si Teuki hyung, kalo 2-2nya lolos kan kita double gratisan…ok ok?”

Donghae : “Siaaaaaapppp…si Siwon mah tinggal kita senggol pake cium juga langsung goyah…”

Eunhyuk : “Wohhhoooo..traktiran i’m coming…!!!!”

ALL ABOUT DONGHAE


* Name: Lee Dong Hae (이동해)
* Birthday: October 15, 1986
* Place of birth: Mokpo, South Jeolla Province
* Height: 175 cm
* Weight: 60 kg
* Blood Type: A
* Zodiac: Libra
* Special Skills: dancing, singing, somersaults, guitar
* Pets: a dog named Bada

Image and video hosting by TinyPic

Nama China: DONGHAI
Nama barat: AIDEN LEE [yang buat donghae sendiri lohh!]
Arti nama Donghae: Berkah dari Tuhan. Keteguhan dan kebijaksanaan.

ALL ABOUT LEE DONGHAE [FISHY]
1. DONGHAE, yang biasa kita kenal dengan sebutan fishy itu berasal dari daerah mokpo. Dari namanya pun kita bisa tauk, DONGHAE=east see…

2. Kalo kata anak suju, DONGHAE itu orang yang sangat romantis! Ga heran, banyak cewek yang klepek-klepek sama dia~ DONGHAE sangat tahu cara membuat seorang gadis menjadi putri. Makanya saat member suju di suruh memilih antara seorang wanita dengan suju. Hanya DONGHAE yang memilih kedua-duanya~

3. DONGHAE tuh orang yang sensitive, ga jarang dia nangis di depan umum kalo ada yang nanya tentang bapaknya. DONGHAE emang sayang banget sama bapaknya. Bahkan setiap kali member suju bertengkar, DONGHAE bakal bilang, “bukannya kita saudara?” trus di ikutin sm aer matanya deh~ hiksss …..
Image and video hosting by TinyPic

4. DONGHAE itu tidurnya satu kamar loh sama lee teuk. Waktu itu aku pernah bilangkan kalo sih DONGHAE itu katanya suka banget tidur di ketek sih jungsu. DONGHAE kalo manggil itek itu, “kucing besar”
Image and video hosting by TinyPic

5. Film kesukaan DONGHAE itu titanic~ [pantes dia romantis]

6. Waktu masih training, DONGHAE pernah kasih hadiah ke kangin sama ke leeteuk. DONGHAE kasih kangin celana, tapi ukurannya salah. Jadi kata DONGHAE di tukar dengan yang lain saja~

7. Ternyata DONGHAE itu masih kecil usil banget!!! Setiap pulang sekolah, si DONGHAE suka pencetin bell rumah tetangganya~ akirnya tetangganya pun selalu keganggu. Sampe akirnya DONGHAE ketahuan sama tetangganya itu terus di pukul. Huuuuh~ galak amat tetangganya yah??
Image and video hosting by TinyPic

8. DONGHAE sangat suka menabung … dan dia paling suka nabungnya di celengan ^^
Hehheh~ [simpanan buat masa depannya]

9. Ow ow!! … dulu tuh, si DONGHAE terkenal dengan murid yang paling tinggi di sd’a. loh?? Kok sekarang jadi sedikit bantet yah?? Hehhehe … cus katanya setelah lulus SD, tinggi badanya ga pernah nambah lagi. Wkwkwk ^^
Image and video hosting by TinyPic

10. DONGHAE suka makan, makanan yang sehat. Walaupun dia ga suka tuh makanan & rasanya pun ga enak. Tapi kalo itu 4 sehat 5 sempurna pasti bakal dia makan. Beda sama kyuhyun yang ga suka sayuran. Makanya DONGHAE suka paksa kyuhyun makan sayuran, biar cuman dikit~ hehhehe …
Image and video hosting by TinyPic

11. Anjing DONGHAE namanya BADA yang artinya laut~. Tapi katanya DONGHAE juga punya anjing lagi … tau ga namanya siapa?? Katanya anjing yang satu lagi di namainnya “serigala berekor Sembilan” wakakkaka …. Kayak naruto yah!!
Image and video hosting by TinyPic

12. Donghae kuliah di MyungJi Univ. walopun bukan univ TOP tapi buat masuk univ ini cukup sulit looh~

13. DONGHAE sangat suka sama anak kecil loh ^^. DONGHAE bilang, dia udah siap buat jadi seorang ayah!! Bahkan dia udah mikirin nama yang bakal dia kasih ke anaknya yaitu “SKY” “OCEAN” & “CLOUD” . kalian tahu nama baratnya DONGHAE “AIDEN” itu juga dia sendiri yang buat.

14. DONGHAE suka cewek yang feminim … tapi di satu sisi, dia itu benci banget sama warna pink! Loh, biasanya feminim kan ga jauh-jauh sama pink [BIASANYA!!!]

15. DONGHAE paling ga suka makan sendiri, dia selalu minta di temenin kalo lagi makan. Makanya dia di kenal member yang ramah. Karna dia selalu menelpon hyung ato dongsaengnya untuk mengajak makan. [gu juga sering] lol
Image and video hosting by TinyPic

16. Kalo kata kyuhyun, DONGHAE itu lebih pantas jadi dongsaengnya [adeknya] hehhe~ kalo kata gu, emang kyuhyun aja yang ketuaan. Loh?? Hahhahah

17. Type cewek ideal donghae tuh :
- Tingginya minimal 165
- Donghae suka cewek yang pinter
- Sifatnya harus lembut dan keibuan
- Donghae suka cewek yang rambutnya di ikat [sm kayak type heechul]
- Donghae suka cewek yang jidatnya indah, katanya biar bisa sering dia cium.

18. Artis yang paling Donghae suka tuh song hye gyo sama kim haneul. Kenapa?? Karna song hye gyo itu punya sifat yang lembut dan wajahnya pun sedikit keibuan. Kalo kim haneul?? Donghae pernah bilang dia suka sama cewek yang elegant … nah kim haneul merupakan ciri-cirinya!

19. Waktu DONGHAE masi training, dia kan masih sekolah tuh! Katanya si leeteuk tuh yang setiap hari nganterin dia sekolah~ heheh … leeteuk juga akrab banget sama bapaknya DONGHAE~ … nah kalo heechul, dia itu suka buatin sarapan pagi buat DONGHAE kalo mau berangkat sekolah! So sweat daaaah~ [cre:Brenda]
Image and video hosting by TinyPic

20. DONGHAE sering bilang, “kalau dia suka dengan seorang gadis, dia ga bakal sungkan untuk menyatakan cintanya pada gadis itu.” Hoho~ cus dia bilang, “mungkin kita ga bakal punya kesempatan itu lagi.

21. Akhir- akhir ini DONGHAE bilang, dia lagi cari cewek china ^^ hehhe dan ternyata sih DONGHAE lagi suka sama ariel lin …


Image and video hosting by TinyPic
[BENDA YANG PALING DIA SUKA ITU TOPI]

Image and video hosting by TinyPic
[BADAN DONGHAE TRIPLEK ... wkwkwkwk TP SEKARANG SIH UDAH BAGUS]

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

[EUNHAE COUPLE^^,, DONGHAE SANGAT AKRAB SAMA EUNHYUK. DONGHAE SERING BANGET BILANG "EUNHYUK IS MINE"]

Image and video hosting by TinyPic


dapet copas~ zzzzzzz :D

30 Fakta Tentang Lee Donghae

bonazone3

kalian tahu DONGHAE??? tau lah pasti'a! tuh poto'a yg d atas.. hahaha calon tuh! (ngarep) wkwkw
kalian tau dia? kalo ga tau, nih aku kasi tau! hahaha (sok iya mah!)


DONGHAE itu.....

01 Donghae meninggalkan pesan ke Eunhyuk dengan isi “Hyukjae, Aku mencintaimu~”
250* membalas “Berhenti menyembunyikan cinta sepihak kita.”

02 Sebelum bungee-jump, teriak “Ayo kita putus, Donghae!”
Donghae membalas, “Cepat turun, aku akan memukulmu!”

03 Seseorang bilang “Aku tidak bisa tidur dengan tenang karena ada nyamuk. Hyung, tolong ajari nyamuk-nyamuknya agar mereka tidak mengangguku.”
Donghae membalas, “Berikan aku nama lengkap dan alamat si nyamuk, akan kuberi pelajaran dia.”

04 Percayalah, dia, adalah salah satu anggota yang paling populer di antara anggota Super Junior.

05 Dia sangat menyukai barang seperti khususnya topi ketika dia tidur, mencuci muka, menggosok gigi, dia akan selalu memakainya, percayalah rambut dan topinya akan selalu bersama tidak bisa lepas satu sama lain.

06 Di hari ulang tahunnya, Donghae memberikan hadiah kepada 茄子[Qie zi]* dan 特妈[Te ma]*, dia memberikan Qie zicelana tapi ukurannya salah, oleh karena itu Donghae memberitahu Qie zi, “Hyung, kamu tidak mungkin cukup dengan celana itu, tukar dengan yang lainnya kalau begitu.~”

07 Ketika waktunya Donghae untuk cuci piring, dia akan bilangHyung, ayo kita bermain (biar ga nyuci!).” Pada akhirnya Hangeng kalah dan menangis menyedihkan, “Padahal aku yang sudah memasak makanannya!” (dasar mau enak'a sendiri!)

08 Di dapur tugasnya ada 10 orang harus berbagi, Donghae selalu mengambil foto kemana-mana, akhirnya dia tidak pernah memasak.

09 Waktu kecil, Donghae suka mencet bell rumah tetangga setiap hari sehabis pulang sekolah, dia selalu kabur, suatu hari dia pernah tertangkap dan akhirnya dipukul oleh tetangganya. alias JAIL!!

10 Waktu masih remaja, anak-anak selalu bermain, siapapun yang berada satu grup dengan Donghae pasti selalu kalah.

* Menunjukkan panggilan ke Eunhyuk, karena hanya ikatannya Eunhae sungguh kuat. Sebetulnya itu adalah nicknames yang diberikan oleh orang ELF China kepada mereka. Feel free to correct me if I’m wrong. >< SEDIKIT CRAZY MEMANG~

* Aku melakukan pencarian dan percaya bahwa 茄子(artinya “Eggplant”) menunjukkan ke Kangin, dimana 特妈(artinya “Mother Teuk”) menunjukkan ke Leeteuk. Once again, feel free to correct me. ><

11 Ketika Donghae masih SD, dia adalah murid yang paling tinggi di SD-nyam sehingga mereka memberikannya nama “Lee Tall Person”, tetapi setelah lulus SD dia tidak pernah tumbuh lagi (tingginya), maka itu ia ingin gadis impiannya tingginya 167 cm.

12 Ketika Donghae berumur 21 tahun, dia sudah berpikir untuk menjadi seorang ayah dan akan menamakan anaknya “Lee Tian Kong” (Lee Sky), “Lee Hai Yang” (Lee Ocean), “Lee Yun Duo” (Lee Cloud)…

13 Donghae suka nyimpen uangnya di suatu bucket (seperti celengan)

14 Ketika pembawa acara bertanya “Apa panggilan sayang untuk kalian?”
Kangin bilang “宝贝” (baca”Baobei”, artinya “Darling”)
Donghae keceplosan, “Hyung memanggil semua wanita dengan ‘Baobei’.”
lalu MCnya bertanya “Bagaimana denganmu, Donghae?”
Donghae membalas “海他妈” (baca “Hai Ta Ma”, gatau apa artinya)
Kangin lalu bilang “Anjing Donghae juga dipanggil 海(Hai)”

15 Setelah membawa Bada pulang ke rumah, dia juga mempunyai anjing lain bernama 九尾狐 (dibaca “Jiu Wei Hu”, artinya “Nine-tailed fox”), orang-orang berpikir dia menamainya seperti itu karena Donghae suka menonton Naruto, Donghae bilang “His sirname is 九(baca ‘Jiu’, artinya ‘Nine’).”

16 Ryeowook pernah bilang bahwa dia selalu suka memasak untuk hyungnya kapan saja.
Lalu, Donghae pulang tengah malam setelah latihan SM-nya, lalu dia membangunkan Ryeowook yang lagi tidur dan bilang, “Bangun dan masaklah untukku.” iih~
Ryeowook menajdi terganggu dan bilang “Hyung, kenapa kamu seperti ini? Aku sedang tidur, aku bukan tukang masak.”
Donghae dengan tampang polos, “Kenapa tidak? Kamu selalu bilang kamu yang selalu memasak, jadi aku bangunin kamu, bukannya kamu selalu bilang seperti itu sebelumnya? Kalau begitu, aku tidak akan lagi membangunkanmu lagi nantinya.”
Ryeowook lalu bilang, “Baiklah, Aku masak untuk Hyung.”

17 suka lupa bawa HP!!

18 Lee Donghae SUKA Song Hye Kyo, dia selalu menonton dramanya berulang-ulang di televisi dan jika the Princess (Heechul) ingin mengganti channelnya, dia akan berteriak “Hey! Kim Heechul!”, dan menggantinya lagi ke drama yang tadi.

19 Lee Donghae selalu bilang jika ada gadis yang dia suka, dia akan langsung maju dan menyatakan cintanya “Jika memungkinkan, menurut apa yang sudah saya katakan, jika itu merupakan suatu beban, saya akan mundur jauh-jauh.”

20 Ketika Donghae sedang ujian SMA, Princess (Heechul) bangun pagi-pagi untuk membuatkan telur untuknya (untuk sarapan)

21 Anggota ke -13 yang paling kecil (Kyuhyun) bilang “Saya sangat tersanjung mengenal Donghae Hyung, tapi ketika aku sedang bersamanya, Aku merasa aku yang menjadi hyungnya.”

22 Ketika Kibum pulang ke Korea, Donghae yang paling pertama memeluknya.

23 Waktu remaja, Donghae suka berada di balkon, dia suka melempar ke kolong mobil.

24 Ketika Donghae duduk terlalu lama, secara tidak sadar dia akan memakai lengannya untuk memeluk kaki kanannya.

25 Lee Donghae sangat menyukai anak kecil jika dia bertemu dengan salah satunya, dia akan menjaganya.

26 “Aiden” adalah nama Inggrisnya, dia menamai dirinya sendiri

27 Dia sebenarnya sangat benci warna pink, karena Rabbit (Sungmin) tinggal bersamanyawho lives with him, dimana sangat menyukai warna pink dan dia sebenarnya tidak tahan.
Walau bagaimanapun Rabbit adalah Hyungnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Donghae bilang, “Saya benar-benar tidak tahan, dia sudah tua tapi masih bertingkah seperti anak-anak, selalu bertindak manis dengan ibunya (ditelpon?) dan itu membangunkan aku.”
MCnya bertanya, “Lalu, apakah kamu tidak mengucapkan apapun?”
Donghae membalas, “Dia adalah Hyung-ku jadi saya tidak bisa apa-apa, aku hanya bangun dan meninggalkan ruangan.”
MC bertanya lagi, “Bagaimana jika dia adalah dongsaeng-mu? Apakah kamu akan menendangnya?”
Donghae membalas, “Huh? Aku juga tidak akan pernah menendangnya.”

28 Donghae sangat takut sendirian, ketika dia makan, dia memerlukan seseorang untuk menemaninya atau dia akan menolak untuk makan.

29 Dia tidak mengerti kenapa ketika dia memberikan tandatangannya kepada seseorang, orang itu akan mengucapkan terima kasih padanya, dia yang seharusnya merasa berterima kasih, terimakasih karena sudah mencintai SJ

30 Dia pikir “Donghae” bukanlah namanya, tapi meskipun demikian dia selalu menulis namanya sebagai “Donghae”.



hari hari yg gila

bonazone2~

hmmm..
hellow?? http://emo.huhiho.com
balik lgi ma gw, YUSTIANA AMINI!! http://emo.huhiho.com
gw mau curhat nih! tentang idup gua... hahahaha.... http://emo.huhiho.com

oke, langsung aja! cekidooot~ http://emo.huhiho.com

ini terjadi d hari pertama gw UAS! anjriiiit, kudu BELAJAR itu! http://emo.huhiho.com biar dapet nilai bagus... tapi... tak semudah yg gw bayangkan, gw GA SUKA BELAJAR! paling males dengan tingkah yang nama'a BELAJAR! sedih banget gw sama yg nama'a BELAJAR! http://emo.huhiho.com huuuu~

gw, mamang angkot dan mbak2 aneh~ :p

Hallo semuaaaaa!!! balik lg ma YUSTIANA AMINI alias ANA alias orang~ zz' http://emo.huhiho.com

AYO MULAI!! http://emo.huhiho.com

berawal dri tadi pagi..
sungguh ngaco..
adik gw pake sendal kebalik...lho?! (yg ini ngaco)
bukan itu yg gw bahas.

pas gw mu pegi ma adik gw, gw kan naek angkot tuh.
kebetulan gw naek angkot yg penumpang'a cuma ada gw, adik gw dan satu cewe muda bawa2 bayi duduk belakang supir (bukan d samping supir) sambil telponan.

tu cewe asik banget telponan.
jojong aja gw diem sambil liat2 keluar jendela, si supir entah kenapa heboh sendiri alias mesem2. sesekali tu supir liat k kaca buat liat penumpang'a. http://emo.huhiho.com

gw masi ga ngeh.

adik gw juga ikutan mesem2 sambil ngeliatin tu mbak2, cewe yg tadi telponan.
gw liat tu cewe, dy masi sibuk nelpon sambil triak2 dengan suara'a yang nyaring+heboh ga mau diem. padahal lg bawa bayi tuh! haha http://emo.huhiho.com

ahahaa, dasar tu mbak2 emang lg khsyu kali ya telponan'a, dy ngakak dan teriak sekeras mungkin k telpon'a sambil pake bahasa daerah apa gitu.

berhubung gw, adik gw dan mungkin tu supir juga ga ngerti bahasa apa itu pun pada ngekek! http://emo.huhiho.com
nah lho, gw sendiri keceplosan ngakak puas d angkot ampe pura2 ngobrol geje ma dik gw biar ga ketauan gw lg ngetawain tu mbak-mbak. http://emo.huhiho.com

mbak2 itu masih ngakak sambil ngobrol pake bahasa'a, begitu jga dengan gw, adik dan abang supir masi nahan ketawa ngeliat tu mbak2. hahahaha
sumpah, tu mbak2 ga nyadar lg diketawain ma gw dan adik gw. gw malah diplototin ma bayi'a lagi. parah! http://emo.huhiho.com

trus gw liat tu supir dari kaca, ternyata dy juga masi nahan ketawa'a. wuakakaka....
sungguh konyol..
uda gitu. mbak2 yg tadi nyadar juga ada yg liatin, terus dy pindah k depan (deket supir).
tu supir malah ngakak lagi sambil liat k gw dari kaca! buset dah~
gw ikutan ngakak lah! hahahaha... http://emo.huhiho.com

pas turun dari angkot, gw ga berani liat tu mbak2 takut disantet ato di hipnotis suru ngaku "lo ya yg tadi liatin gw sambil ketawa2??!!" oh tidaaaaak!! http://emo.huhiho.com

gw ngibrit, trus adek gw yg bayar ongkos'a malah disenyumin ma supir angkot kata'a! hahaha...
kejadian konyol di angkot telah terjadi....

maaf ya mbak2 yg tadi... wkwkwkkw :p

http://emo.huhiho.com